Tour Nusa Penida

Mengenal Nusa Penida Bali

MENGENAL NUSA PENIDA BALI

Tour Murah Nusa PenidaTour Murah Nusa Penida – Pulau Bali memiliki beberapa pulau tetangga yang sangat dekat dengan Bali dan pulau tersebut adalah 3 yang paling terkenal. Terletak kurang lebih sekitar 20 km dari Bali ke arah tenggara yang dikenal dengan Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan. Dari masing-masing pulau yang berdekatan ini memiliki berbagai tujuan wisata dan seni yang unik dari setiap pulau. Bagi sebagian para wisatawan, dari ketiga pulau ini mungkin belum dikenali sebagai bagian dari kabupaten Bali. Namun, entah bagaimana pulau-pulau ini sangat memberi kontribusi yang besar bagi pengembangan pariwisata di wilayah Bali.

Dari ketiga pulau ini, Pulau Nusa Penida adalah merupakan pulau terbesar dibandingkan dengan 2 pulau lainnya, dan juga dikenal sebagai tempat terbaik untuk menyelam dan snorkeling. Meski dari dua pulau lainnya, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan yang berada terpisah. Namu, mereka tetap secara administratif masih tergabung dalam kawasan dari Nusa Penida. Secara letak administratif, kepulauan yang berada disekitar  Nusa Penida tersebut masih termasuk kedalam Kabupaten Klungkung.

Kepulauan ini, khususnya Tour Murah Nusa Penida, anda akan menemukan berbagai pantai murni yang indah dan juga memiliki beberapa tempat konservasi yang melindungi tanaman, burung, dan juga kura-kura. Saat anda melakukan aktivitas menyelam dan snorkeling di Pulau Nusa Penida, anda kemungkinan akan melihat satwa laut besar. Seperti ikan pari dan mungkin di beberapa lokasi anda akan melihat ikan Mola Mola Raksasa (Oceanic Sunfish). Jika Anda beruntung, terkadang Anda juga akan melihat paus hiu.

  • Kebudayaan

Baris Jangkang

  • Baris Jangkang

Baris Jangkang adalah sebuah tarian baris yang berasal dari Nusa Penida walaupun masih ada banyak jenis tarian baris. Seperti salah satunya yaitu batis jangkar yang pada awalnya berasal dari Nusa Penida. Para penari Baris Jangkang semua menari dengan menggunakan tongkat kayu, akan tetapi mereka tidak mengenakan kostum Baris tradisional.

Para penari pria biasanya tampil di barisan dengan bersenjatakan tombak dan berpakaian kain suci yang dinamakan sebagai Kamben Cepuk. Baris Jangkang ini terdiri dari tiga bagian. Pada Bagian pertama dari tarian ini dalam bahasa Bali disebut dengan ‘Gelatik nuwut papah’, dan dalam bahasa Inggris disebut sebagai Java little Sparrow yang melompati batang dan pelepah daun palem.

Sedangkan pada bagian kedua dari tarian ini disebut dengan ‘Goak maling taluh’ ( gagak mencuri telur ). Pada bagian terakhir disebut dengan ‘Elo’, yang dimana para penari tersebut menirukan orang yang sedang mabuk dan bingung melambaikan kepalanya ke sana kemari yang seolah-olah dia akan mati. Pertunjukan yang ditunjukkan di sini adalah mewakili seekor gagak yang sudah ada setelah telurnya.

Dalem Bungkut Dancing Drama

  • Dalem Bungkut Dancing Drama

Pertunjukan drama yang disebut sebagai ‘Dalem Bungkut’ adalah salah satu yang paling sangat diminati di antara tarian yang ada di Bali. Ceritanya bercerita pada serangkaian acara yang berkaitan dengan penyerahan dari Raja Bungkut Nusa Penida oleh Raja Watu Renggong dari Gelgel. Pulau nakal ditempatkan kembali dibawah kendali Bali. Setelah bertahun-tahun menjadi seorang penjahat yang kejam, kejam dan tidak bermusuhan yang mungkin relatif terhadap Raja Bali.

Ada banyak versi dari cerita ini. Satu versi rinci ditulis oleh Walter Spies dan Beryl de Zoete pada tahun 1938, di ‘Dance & Drama in Bali’. Kisah utama drama ini adalah tentang Raja Bungkut (juga dikenal sebagai Dalem Bungkut) yang menjadi raja yang sangat kejam di Nusa Penida.

Dia sangat kuat sehingga tak seorang pun di pulau itu bisa mengalahkannya. Lokal kemudian meminta bantuan dari Bali (dinasti Gelgel). Kerajaan Gelgel memutuskan untuk mengirim salah satu menteri terbaik mereka, yang juga sangat berkuasa menaklukkan Nusa Penida dan membunuh Dalem Bungkut. Akhirnya menteri, Patih Jelantik mengalahkan Dalem Bungkut dan kembali lagi ke Nusa Penida.

  • Sejarah

Pulau Nusa Penida sebagai bagian dari kabupaten Bali di bawah Kabupaten Klungkung memiliki sejarah tersendiri. Pulau Nusa Penida adalah tempat dimana para tahanan dari dinasti Gelgel dari Bali ditahan dipenjara pada awal abad ke-18 dibawah penguasa Majapahit. Dinasti Gelgel adalah salah satu Kerajaan Bali yang pernah menaklukkan Pulau Lombok. Sebelum Majapahit datang ke Bali, dinasti Gelgel adalah orang yang menaklukkan Nusa Penida dengan membunuh raja terakhir kerajaan Dalem Nusa di Nusa Penida seperti yang dicatat dalam Babad (sejarah, dongeng, silsilah) Blahbatuh. Setelah terjadinya babad blahbatuh itu masa kerajaan yang ada di Nusa Penida sudah berakhir.

Babad mengatakan bahwa hal itu terjadi pada saat dibawah pemerintahan raja terakhir Gelgel, Dimade pada paruh kedua abad ketujuh. Semenjak saat itu, Nusa Penida berada pada pemerintahan Bali. Semua sejarah telah mengacu pada akhir masa pemerintahan Dalem terakhir Nusa Penida. Disebut sebagai Dalem Nusa atau Dalem Bungkut – yang dalam hidupnya diceritakan adalah seorang raja dalam daging. Setelah kematiannya, ia menjadi penguasa dunia yang sangat ditakuti. Dalam peran ini, ia sering dipanggil sebagai Ratu Gede Mas Mecaling, atau disebut sebagai Tuan Agung dengan Golden Fangs.

Itulah sedikit kebudayaan dan sejarah yang terdapat di Nusa Penida. Jika anda berminat untuk melakukan liburan ke Nusa Penida. Kami Tour Nusa Penida memiliki beberapa paket Tour Murah Nusa Penida yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan berlibur anda.

PAKET TOUR MURAH NUSA PENIDA

  • Paket Wisata
  • Paket Wisata + Snorkeling
  • Paket Honeymoon

Untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi kontak kami dibawah ini :

WhatsApp chat Ayo Hubungi Kami